kemarin baru aja balik dari Bali, 2 wiks is very beneficial for me.
to refresh all things in my heart in my mind.
gimana gak seneng...
away dari huzle buzle jakarta yang bikin ilfill.
macet.
hati miris.
udara panas.
hati and kepala yang kadang juga kepancing panas.
enak rasanya ada yg memperhatikan.
enak juga rasanya ada yang tau keberadaan kita.
sometimes, it is just good to be relax and just being you.
well,
balik lagi ke reality.
after the whole 12 days of keringat dan perjuangan.
gak mudah,
but it's okay.
saat ini tinggal pada pilihan kita.
to stay and grumpy
to stay and grumpy and live as it is...
or to make a new path
with new risk
yang pasti,
positif and negatif gak akan jauh dari kita.
positif and negatif memang diciptakan untuk keberadaan kita.
positif memberikan suasanan yang nyaman, semangat untuk maju dan berkembang
negatif membuat kita berpikir... kesempatan untuk berevaluasi.
i've been there...
and gak mau kuulangi lagi.
perjalanan masih panjang...
aku hanya bisa menitipkan yang ada.
aku kan segera kembali.
aku kan menghadap.
energi itu terus memanggilku.
kan kutitipkan segalanya,
walaw hanya satu permataku.
kan kupandang dari kejauhan sana....
karna kupercaya pada keberadaannya.
ku kan menghadap
dan melepas.
ku kan kembali,
kalaw aku memilih tuk kembali.
kutercipta
untuk menyelesaikan pekerjaanku.
Wednesday, October 29, 2008
Thursday, October 02, 2008
i love you
semua terasa ringan saat hati bertautan dalam bentuk maaf yang tulus.
gema takbir berkumandang...
menebar rasa penuh ampunan
dalam bentuk kasih yang tulus
seperti biasa setelah pulang shalat ied,
kami makan ketupat bersama...
kali ini cukup lengkap
karna seorang kakak dan her little cute daughter
datang dari jauh untuk ramadhan kali ini.
tamu-tamu berdatangan
mengucap maaf pada sang tertua
memohon ampun pada semua hati
amplop amplop kecil begitu digemari para sang adik
yang dengan setia bertandang ke sanak saudara
merayakan kemenangan yang fitri.
buat aku,
sungkeman adalah hal yang sangat kunanti
8 tahun yang lalu
adalah sungkem ku yang pertama...
saat takbir berkumandang dalam keesaan
ke mertua
ke pasangan
ke assistants di rumah
bahagia
ceria
ringan
sebuah penantian penuh harap
sebuah perwujudan atas impian saat kecil.
2 tahun kemudian
sungkem pembawa berkah
mewarnai hidupku.
saat takbir bergema, saat tamu berdatangan, saat sungkem dilakukan
sang bayi mengetuk hati sang abu,
this is my day...
today is the day...
unprepared... kami segera berlari.
tak ketinggalan, sepiring ketupat tetap kusantap...
karna rangkaian tradisi belum terselesaikan.
seorang bayi mungil, harapan hati keluarga
'sang pahlawan'
'putra mahkota'
'yang dinantikan'
mengisi ramadhan kami penuh makna
waktu berlalu
hari demi hari
bulan demi bulan
tahun demi tahun
sujudku pada sang khalik
berurai tangis dan airmata
agar diberi kekuatan dan perlindungan
pada detik, hari, minggu, bulan, tahun yang akan kulalui.
tak ingin kupandang matanya
tak ingin kudengar swara dan tawanya
tak ingin kuberada didekatnya
bagiku hanya tipuan semata
tak lagi kutemu kejernihan hati saat maaf bertautan
ramadhan 1429h,
saat gema takbir dikumandangkan
saat maaf kembali bertautan
kurasakan swara surga bergema di hati
sebuah penantian berakhir pada seuntai senyum
sebuah pelukan hangat
berurai kata lembut
dan cipika cipiki beberapa kali
'maaf kalow aku bikin kamu susah'
'maaf kalow aku bikin banyak salah'
'maaf kalow aku selalu menyakiti kamu'
terima kasih
enkau mendengar doaku
terima kasih
engkau membersihkan hatiku
terima kasih
engkau menyejukkan jiwaku
minal aidin walfaidzin
mohon maaf lahir batin
untuk keluargaku tercinta
dan permata hatiku.
gema takbir berkumandang...
menebar rasa penuh ampunan
dalam bentuk kasih yang tulus
seperti biasa setelah pulang shalat ied,
kami makan ketupat bersama...
kali ini cukup lengkap
karna seorang kakak dan her little cute daughter
datang dari jauh untuk ramadhan kali ini.
tamu-tamu berdatangan
mengucap maaf pada sang tertua
memohon ampun pada semua hati
amplop amplop kecil begitu digemari para sang adik
yang dengan setia bertandang ke sanak saudara
merayakan kemenangan yang fitri.
buat aku,
sungkeman adalah hal yang sangat kunanti
8 tahun yang lalu
adalah sungkem ku yang pertama...
saat takbir berkumandang dalam keesaan
ke mertua
ke pasangan
ke assistants di rumah
bahagia
ceria
ringan
sebuah penantian penuh harap
sebuah perwujudan atas impian saat kecil.
2 tahun kemudian
sungkem pembawa berkah
mewarnai hidupku.
saat takbir bergema, saat tamu berdatangan, saat sungkem dilakukan
sang bayi mengetuk hati sang abu,
this is my day...
today is the day...
unprepared... kami segera berlari.
tak ketinggalan, sepiring ketupat tetap kusantap...
karna rangkaian tradisi belum terselesaikan.
seorang bayi mungil, harapan hati keluarga
'sang pahlawan'
'putra mahkota'
'yang dinantikan'
mengisi ramadhan kami penuh makna
waktu berlalu
hari demi hari
bulan demi bulan
tahun demi tahun
sujudku pada sang khalik
berurai tangis dan airmata
agar diberi kekuatan dan perlindungan
pada detik, hari, minggu, bulan, tahun yang akan kulalui.
tak ingin kupandang matanya
tak ingin kudengar swara dan tawanya
tak ingin kuberada didekatnya
bagiku hanya tipuan semata
tak lagi kutemu kejernihan hati saat maaf bertautan
ramadhan 1429h,
saat gema takbir dikumandangkan
saat maaf kembali bertautan
kurasakan swara surga bergema di hati
sebuah penantian berakhir pada seuntai senyum
sebuah pelukan hangat
berurai kata lembut
dan cipika cipiki beberapa kali
'maaf kalow aku bikin kamu susah'
'maaf kalow aku bikin banyak salah'
'maaf kalow aku selalu menyakiti kamu'
terima kasih
enkau mendengar doaku
terima kasih
engkau membersihkan hatiku
terima kasih
engkau menyejukkan jiwaku
minal aidin walfaidzin
mohon maaf lahir batin
untuk keluargaku tercinta
dan permata hatiku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
