Thursday, October 02, 2008

i love you

semua terasa ringan saat hati bertautan dalam bentuk maaf yang tulus.

gema takbir berkumandang...
menebar rasa penuh ampunan
dalam bentuk kasih yang tulus

seperti biasa setelah pulang shalat ied,
kami makan ketupat bersama...
kali ini cukup lengkap
karna seorang kakak dan her little cute daughter
datang dari jauh untuk ramadhan kali ini.

tamu-tamu berdatangan
mengucap maaf pada sang tertua
memohon ampun pada semua hati
amplop amplop kecil begitu digemari para sang adik
yang dengan setia bertandang ke sanak saudara
merayakan kemenangan yang fitri.

buat aku,
sungkeman adalah hal yang sangat kunanti
8 tahun yang lalu
adalah sungkem ku yang pertama...
saat takbir berkumandang dalam keesaan
ke mertua
ke pasangan
ke assistants di rumah
bahagia
ceria
ringan
sebuah penantian penuh harap
sebuah perwujudan atas impian saat kecil.

2 tahun kemudian
sungkem pembawa berkah
mewarnai hidupku.
saat takbir bergema, saat tamu berdatangan, saat sungkem dilakukan
sang bayi mengetuk hati sang abu,
this is my day...
today is the day...
unprepared... kami segera berlari.
tak ketinggalan, sepiring ketupat tetap kusantap...
karna rangkaian tradisi belum terselesaikan.

seorang bayi mungil, harapan hati keluarga
'sang pahlawan'
'putra mahkota'
'yang dinantikan'
mengisi ramadhan kami penuh makna

waktu berlalu
hari demi hari
bulan demi bulan
tahun demi tahun

sujudku pada sang khalik
berurai tangis dan airmata
agar diberi kekuatan dan perlindungan
pada detik, hari, minggu, bulan, tahun yang akan kulalui.

tak ingin kupandang matanya
tak ingin kudengar swara dan tawanya
tak ingin kuberada didekatnya
bagiku hanya tipuan semata
tak lagi kutemu kejernihan hati saat maaf bertautan

ramadhan 1429h,
saat gema takbir dikumandangkan
saat maaf kembali bertautan
kurasakan swara surga bergema di hati
sebuah penantian berakhir pada seuntai senyum

sebuah pelukan hangat
berurai kata lembut
dan cipika cipiki beberapa kali
'maaf kalow aku bikin kamu susah'
'maaf kalow aku bikin banyak salah'
'maaf kalow aku selalu menyakiti kamu'

terima kasih
enkau mendengar doaku
terima kasih
engkau membersihkan hatiku
terima kasih
engkau menyejukkan jiwaku

minal aidin walfaidzin
mohon maaf lahir batin
untuk keluargaku tercinta
dan permata hatiku.

No comments:

Post a Comment