Friday, March 27, 2009

ruang dan waktu

kutau ia disana,
bersamaku, menemaniku, bersatu denganku,
ia menghangatkanku
ia menenangkanku
ia tertawa bersamaku, menangis bersamaku,
ia memberikanku keyankinan
bahwa aku bisa adanya.
tanpa ruang
tanpa waktu.

aku tau itu.
aku telah bertemu dengannya.
titik ketenangan itu membuat aku ketagihan
untuk selalu bertemu
untuk selalu melihat.
sesuatu selalu manahanku
untuk melepaskannya.

padahal cerminannya ada dimana-mana
disini
disana
disitu

aku memaksa untuk melihat
dan bertemu
ia tidak akan datang,
kala aku tidak dapat melepasnya.

aku tau itu.
tapi aku selalu bertanya,
ia kemana
ia dimana
tahukan ia bahwa aku menantinya.

aku juga tau,
ia menantiku
saat aku tak berharap bersamanya.

aku tak merasa ingin menangis
aku tak merasa ingin tertawa
aku juga tak tau apa rasanya.

aku ingin kembali hening,
dan melepas gambaran ruang dan waktu
yang membatasiku
bersatu dengannya,
dan bercinta dengannya.

Tuesday, March 17, 2009

mengistirahatkan pikiran dan mood

feb 23, on facebook.

sungguh jarang rasanya manusia mau (secara sadar) mengistirahatkan pikiran dan mood, walaw barang sejenak. kita terbiasa untuk men-supply pikiran dan mood berdasarkan peristiwa masa lalu, peristiwa yang telah berlalu, termasuk gambaran keingingan di masa mendatang sampai ke tingkat khayalan.


begitu melekatnya emosi manusia: gembira, senang, tersanjung, jatuh cinta, tersinggung, sakit hati, sedih & kepedihan, ketakutan, neglected, dll. sehinga membawa pikiran manusia terombang ambing. semua direkam secara detail. Kekinian dan saat ini, we take it for granted...

belakangan ini saya seperti 'diingatkan' kembali akan makna keselarasan, pesan2 yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung - lewat buku & bacaan, film, teman & kawan, peristiwa - seolah memberi jawaban terhadap jiwa yang sedang mencari...

ada tiga peristiwa dalam minggu ini yang membuat saya berkeingingan untuk mengistirahatkan pikiran dan mood - menikmati 'like the the flowing river':

1) sidney portier dalam oprah show ''the measurement of man': saya hanyalah oberserver atas peristiwa dan cerita dalam kehidupan saya. saya melepaskan diri dari emosi yang muncul, karena setiap individu dalam kehidupan saya bukan 'tidak sengaja' berada dalam jalan kehidupan saya tsb. mereka adalah 'messanger' dan cermin untuk saya. saya hanya melakukan yang terbaik yang dapat saya lakukan. result (ataw hasil) adalah beyond my control...

2) saat saya (tidak sengaja?) mampir ke blog tetangga (milik reza gunawan), yang sedang membahas mengenai kejujuran total sebagai salah satu 'hadiah cinta sepenuh hati'. ini adalah potongan dari tulisannya: Jujur memang tidak selalu mudah, karena seringkali ketidakjujuran menjanjikan manfaat jangka pendek yang lebih menarik ketimbang nekat untuk jujur. ternyata, ada “harga” yang harus dibayar atas kejujuran total yang tertunda:
* Semakin lama kejujuran total tertunda, semakin banyak juga tumpukan beban pikiran, rasa bersalah, serta ketakutan yang menghalangi kita untuk hidup selaras.
* Semakin banyak tumpukan beban ini, semakin mungkin pula energi cinta kita yang murni akan tergerogoti, bahkan lama-kelamaan rasa cinta tersebut akan pudar hingga “mati”.
* kejujuran adalah pilar terakhir yang mampu menyelamatkan suatu hubungan, dan kejujuran yang tertunda bisa mengakhiri harapan terakhir untuk kelanggengan yang baik.

3) saat paulo coelho membalas email saya (gak nyangka juga kalaw dibalas secara personal), bahwa baginya... jika para pembaca bukunya mendapat manfaat dan pencerahan jiwa atas cerita hidupnya, maka artinya perjalanannya harus terus dilakukan agar jiwanya makin selaras. nothing is impossible as long as you mean it with true heart. tidak ada yang kebetulan.

saat pikiran berhenti berlalu lalang, saat emosi hadir dan dirasakan keberadaanya, keheningan akan mengantarkan jiwa pada kejujuran... dan melangkah dalam keyakinan pilihan.

dapatkah kita (manusia) menggunakan pikiran pada saat hanya dibutuhkan?

dalam retreat meditasi 3hari mengenal diri yang baru saja aku ikuti (terakhir aku ingat adalah keharusan ikut retreat saat aku smp/sma di sekolah putri, karna wajib diikuti - hasilnya? entah yaa....); kami yang terdiri dari majoritas adalah pere sekitar 20 orang - disyaratkan untuk diam alias tidak boleh saling berkomunikasi dengan sesama peserta, termasuk eye contact, dan/ berhubungan dengan dunia luar melalui telekomunikasi. Kebayangkan... pere sekian banyak (dan sekian hari...) gak bisa mengekspresikan energy alam yang kita punya. Mengerikan!!!

di dalam keheningan itu, kita belajar mengenal diri - dengan sadar.
Lah, selama ini emang ada apa dengan kita? emang kita gak kenal diri sendiri gitu? emang kita gak sadar? entahlah... aku hanya mengikuti kesempatan yang ada... untuk hening, untuk sendiri, untuk diri, lepas dari semua atribut yang selama ini kita kenakan untuk survival of the fittest. lepas dari semua label, lepas dari tanggapan/response yang diberikan oleh pancaindra (secara external) dan indra 'keenam' (secara internal). mencoba mengamati pikiran yang kaya monyet, karena kesenangannya loncat loncat (alias pop up). peserta diingatkan bahwa dalam meditasi ini, kita tidak memiliki tujuan. kita hanya mengamati, mengenali diri ke dalam, menyadari, SADAR. sadari, bahwa ada Rintangan Batin yang membuat kita tidak sadar untuk hidup dalam kekinian, saat ini, present moment. Sadar bahwa keinginan, ketidaksenangan, gelisah, bosan, khawatir... membawa kita menjauh dari keSADARan.

menyadari... pancaindra menerima rangsangan dari luar; mendengar angin dan kicau burung, mendengar kendaraan yang berlalu lalang, merasakan dinginnya air saat mandi, merasakan makanan yang masuk ke mulut, dikunyah, hancur, kecapan rasa, dan melalui tenggorokan mereka hilang dan meresap dalam tubuh. melihat rumput hijau yang kita injak & merasakan kasarnya gesekan antara rumput & kerikil dengan telapak kaki kita, melihat tupai berlari di kabel listrik, melihat semut-semut berbaris, melihat belalang, mencium harumnya tanah basah di pagi hari, merasakan kehadiran embun pagi hari, melihat indahnya bunga teratai di kolam, gerak gerik ikan dan kecebong, ternyata anjing suka iseng nangkap ikan di kolam lalu dibawa pergi disembunyikan dibalik pohon ;)) kagum dengan kesederhanaan para biksu..., sadar akan detak jantung, sadar bahwa mata kita berkedip dan menutup jika sinar yang masuk dan ditangkap mata melebihi kapasitasnya, sadar bahwa terkadang kita merasa bosan dengan keadaan stagnan, sadar bahwa kita menguap jikala kita cape atau bosan, sadar akan...

menyadari... indra 'keenam' berasal dari dalam diri, menyuarakan emosi atas peristiwa dan pengalaman masa lalu - waktu yang lampau, atau baru saja berlalu. ada emosi yang mengiringi saat muncul dalam pikiran yang terus bergerak..: marah, duka, benci, irihati, cemburu, sedih, luka, senang, bahagia, gembira. ada pula keinginan, berharap dan pengharapan, ambisi, keraguraguan, kekhawatiran dan lainnya untuk kehidupan mendatang.

sore jumat itu aku tiba di 'siripada', mengamati keadaan sekitar, mandi dan bersiap menunggu acara dimulai. kulihat 5 tangkai bunga teratai ungu di kolam panjang dengan ikan dan kecebong didalamnya. indah, dan bermekaran diantara helai helai daun hijau. aku pikir, aku akan mengambil fotonya setelah acara selesai dihari minggu.

malam hari saat aku break karena kebosanan dalam duduk bermeditasi, aku pun berjalan keluar mengelilingi kolam dan area lainnya. akupun tersadar, bahwa objek fotoku menghilang. bunga teratai itu, kelima bunga teratai itu menghilang. pasti sudah layu dan rontok. wah... hilang sudah objek fotoku. aku menyesali karena sore tadi kenapa tidak langsung saja aku ambil kamera. yasudahlah... gak jodoh pikirku. jadi, akupun kembali melakukan meditasi dengan berjalan.

Saat aku mengamati, dan sadar dengan gerak langkah kakiku... gerakanku terasa melambat. bukan diperlambat dan sadar, tapi sadar dan kutemukan itu melambat. kucoba untuk melihat ke kiri dan ke kanan, tubuhkupun ikut bergerak searah kemana mataku memandang. terasa telapak kakiku mengangkat dan menjejakkannya, dari tumit telapak kaki sampai 3/4 kaki mengangkat dan membebani 1/4 kaki sampai semua jari kaki yang menekuk. amazing... waktupun terasa melambat. tak ada keinginan, tak ada pikiran, hanya kesadaran penuh. kunikmati 'slowmotion' ini, dan akupun tertawa.
entah mengapa, aku menjadi hanyut dalam adegan ini... dan jadi melamun, segera pikiran kembali bergerak dan memberi label. waktupun kembali normal (menurutku), dan aku kembali bergerak cepat. WOW.

malam telah larut, dan kitapun tidur bersama dalam satu hall beralaskan matras. Malam itu, aku (ataw mungkin yang lain juga) tidur dalam keheningan. aku merasakan tidur yang nyenyak, dan dalam. yang pasti, saat bangun dini hari (program meditasi pagi dimulai pk 03.00, ternyata body alarm automatically men-set diriku untuk bangun sepagi itu tanpa perlu bantuan alarm), aku bangun dengan segar bugar. begitu aku menantikan saat tenang duduk dalam hening, tanpa pikiran yang membuat aku cape dan letih.


hari kedua aku lalui tanpa rasa, aliat flat-mode. tapi asyik asyik aja sih buatku. hanya rasa keingintahuanku begitu tinggi, kenapa aku gak merasakan apa-apa. maksud, hari itu aku gak bisa berkonsentrasi, tapi pikiranku juga gak bergerak. aku duduk, jalan, duduk, jalan, jalan, jalan, duduk, duduk... berganti posisi bergantian saat aku mulai bosan atau cape. siang hari kami diberi kesempatan untuk beristirahat selama 2 jam, dan buatku, tidur 2 jam tersebut rasanya nikmattttttttttt banget. so refreshing, and me-recharge body mind and soul. terasa cukup. pada kesempata diskusi malam hari, kami mendengarkan beberapa peserta yang bertanya ataw men-sharingkan pengalaman meditasinya termasuk aku yang bertanya mengapa aku merasa frustasi dalam meditasi ini. pembimbing kami hanya mengatakan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda, dan setiap meditasi memiliki sensasi yang memang berbeda. mungkin aku berharap sesuatu, mungkin aku menginginkan sesuatu, dan kecewa dengan realtime-saat ini. buatku, hari kedua terasa lama berlalu karena YA, aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan atau impikan. tapi aku juga gak complaint. buatku, mungkin meditasi ini gak cocok dengan apa yang aku cari. tapi, waktu ini sangat berharga untuk diri sendiri. untuk kesendirianku.


keesokan harinya, dimulai dengan program harian yang sama, aku merasakan kekhawatiran dan keraguan mulia bermunculan. aku mulai mempertanyakan, apa maksud kehadiranku disini, apa pesan buatku... karena aku percaya, tidak ada yang kebetulan. apa hubungannya dengan kebosanan aku bermeditasi dalam seminggu terakhir sebelum aku ikutan program ini, bosan karena aku tidak mengalami pengalaman spritual yang berarti menurutku.

pada kesempatan diskusi terakhir dan personal, aku mempertanyakan hal ini kepada pembimbingku, kenapa 3 hari yang aku lalui tersebut, 3 hari yang aku nanti nantikan sejak sebulan sebelumnya, 3 hari yang aku rencanakan (bahkan aku berdoa dengan niat penuh) bahwa aku akan mendapatkan petunjuk, mendapat jalan, mendapat kekuatan dalam menentukan pilihan, mendapat 'pencerahan'... tidak sedikitpun memberikan jawaban padaku sehingga membuatku frustasi.


pak hud kemudian bertanya, apa yang aku alami. kejadian apa yang aku sadari. aku pun menceritakan pengalaman ‘slowmotion’ku sampai aku kembali normal versi aku, dan satu hal yang ruarrrr biasa: bahwa aku melihat dengan sadar dan jelas... bagaimana bunga teratai (object foto) ku ternyata bermekaran saat hangatnya mentari mengenai daun kelopak dan batang serta kembali menguncup saat sinar matahari tidak lagi didapatkan oleh daun kelopak dan batang teratai tersebut. aku menceritakan bagaimana aku bisa dengan sadar terduduk mengamati berkembangnya bunga teratai tersebut:


pagi itu, saat aku hanya berjalan mengitari kolam (setelah sarapan dan mandi pagi), saat hangatnya mentari mulai terasa dikulitku... aku merasakan keinginan untuk duduk dan mengamati bunga teratai yang aku pikir telah ‘gagal’ menjadi objek fotoku.

kulihat dengan jelas, kuncup bunga itu merekah just as seen on tv ;))
perlahan helai hijau kelopak itu membuka diri... satu..dua..tiga..empat.. perlahan, hening, lembut. indah. berlangsung dengan teratur. tidak terganggu dengan kehadiranku didepannya (atau belakangnya?). kemudian helai kelopak bunga ungu membuka, satu demi satu. kurasakan bahwa bunga itu membuka diri secara utuh dan total, untuk semesta untuk alam untuk sekitarnya dan untukku. bunga itu membuka diri tidak memilih... kurasakan sebagai kepasrahan total, tanpa tetapi. suatu kejujuran yang utuh. detik itu atau moment itu kurasa seperti tanpa batasan, tanpa kendali, tanpa waktu, hanya saat itu, tidak ada masa lalu, tidak ada masa depan, waktu tidak bergerak. kulihat semua sama, flame itu sama dimana mana. tidak ada tingkatan, tidak ada bentuk. bunga, pohon, kerikil, gedung, ikan, kucing, manusia dan jiwa-jiwa yang ada, kursi, patung. indah, baik, buruk, besar, kecil, laki-laki, perempuan, kulihat semua sama.


aku merasakan waktuku adalah waktumu, aku adalah kamu, aku bersamanya dalam keheningan. kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. suara itu begitu jelas terdengar, dan aku sadar bahwa mata ini tidak tertutup. aku melihat semua sama. aku merasakan sebuah cinta universal, sebuah cinta tanpa batas. aku merasakan cinta itu, pure love untuk semua. airmataku mengalir tanpa kusadari, aku tidak sedih, aku tidak bahagia. aku hanya bebas.


lalu aku kembali bertanya, kenapa aku frustasi?

pak hud hanya mengingatkanku atas rintangan batin… dan untuk tetap secara konsisten menyediakan waktu buat hening. tidak menginginkan, tidak berharap. itu akan datang seperti pencuri; tanpa diundang, tanpa memberitahu. nikmati saja. sama dengan kehidupan. sensasinya akan berbeda-beda, suatu saat hanya diam seolah tak bergerak. kita adalah penonton, untuk menikmati, untuk melihat, tidak terlibat didalamnya. seperti kita menonton panggung pertunjukkan. detachment tidak dapat dipaksakan.

saat pikiran bergerak, saat yang bersamaan pula memunculkan kembali dualitas aku adalah subjek, yang lain adalah objek objek; dan waktu (masa lalu – masa depan). pikiran tidak mampu menangkap saat ini. hanya dengan sadarlah kita mampu melihat kekinian, dan mensyukuri segala hal-peristiwa sebagai berkat dan pengalaman jiwa.


dapatkah kita (manusia) menggunakan pikiran pada saat hanya dibutuhkan?

silahkan menikmati.......


seperti kata pak hud; lupakan ini, lupakan semua. kata-kata akan memainkan peranannya sendiri membawa kita jauh dari BEBAS sebagai tujuan akhir perjalanan jiwa.

membuatku segera ingin membaca 'The Experience of NO-Self, by Bernadette Roberts' diterjemahkan oleh Hudoyo Hupodio.

Friday, February 13, 2009

catatan pribadi

malam ini ia datang karena aku membukakan pintu untuknya, sebuah pencarian yang panjang.
aku bertemu dengannya;
ia tidak tidur, ia tidak acuh.. hanya aku saja yang selama ini sibuk sendiri.

ia berkata,
waktunya telah tiba.
aku bersamamu.
dan itu cukup buatku untuk aku mengerti.

dan aku sekarang berjalan,
dalam bentuk yang lain.

Wednesday, January 28, 2009

bermula dari 'aku'

waktu itu ceritanya; sahabatku mengalami kekacawan dengan handphonenya yang jadul. sering nge-hang, tiba2 mati, errorlah pokoknya. so, tidak ada pilihan lain selain menggantinya. pada saat yang bersamaan, keinginannya memiliki kamera pro juga pada posisi prioritas karena hobby yang satu ini tidak lagi dapat ditampung dengan kamera pocketnya lagi.

sempat ia bertanya padaku (mungkin sekedar konfirmasi atas pilihannya); pilih mana ya... handphone ataw kamera? dengan santai aku tanya kembali... memang fungsinya sama?. serta merta ia bilang "itu kamu banget ya jawabannya!"-sambil berlalu pergi... well, it's true. buat aku, fungsinya beda so what's the question? kejadian ini hanya mempertegas kembali there's a communication gap between us. aku diam dan terduduk, sewot - atas stereotype yang dicapkan padaku.

pagi ini,
saat aku sedang berada dalam proses 'who you are' -kembali sebuah peristiwa kecil, namun mampu membuat aku tersenyum dalam kesadaran yang tulus.
toilet dirumah memang sudah bermasalah lama, flushnya gak jalan alias nyangkut sehingga penutup atasnya harus dibuka terus -terakhir pecah karna tersenggol. then bocor pula. namun secara fungsi masih berperan. pada saat yang bersamaan pula, kebutuhan untuk membayar sekolah dan keingingan untuk membeli early bird javajazz juga menjadi pembicaraan. karena issue mengenai toilet ini juga muncul, sahabatkupun menanyakan hal yang normal "pilih mana... toilet ataw javajazz?" aku hanya memandangnya sambil tersenyum, sehingga muncul lagi reaksi "kamu banget ya kalaw soal itu"; aku terdiam, lalu berkata... "gak apple to apple sih, tapi maksudku... mari kita bicara soal alokasi waktu dan prioritas".

sepintas nampak sama... judgment atas tingkah laku dan pemikiran yang sangat 'aku banget' masih melekat. namun kali ini, aku menerimanya dengan ringan. hingga aku, dan dia, masih berlanjut dalam tawa dan canda ringan yang lain. ada bahasa yang tak terucap, namun kami mengerti. sambil memelukku, ia pamit dan pergi.

season finale

30/12/2008 - republished, karna ke delete (?)

time has been passing by.
gak kerasa, kita dah berada di penghujung tahun.
suka dan duka, ups and down, has been coloring my story throughout a year.
some said... new year is time for new dreams, new spirit, new story, time for reflection, time for renewal... yap, you're right!

for me,
tahun ini begitu penuh arti - yang berhasil kurangkai sebagai cerita kehidupan yang indah dan penuh makna... life is a misery and penuh surprise dalam kita menghadapinya.
some support you, and you are welcome.
if don't, what the hack... life goes on.

manusia telah diberikan kebebasan untuk berkarya dan mencipta,
untuk memilih dan berefleksi.
Hidup memang adalah pilihan.
Kita pilih ribet, ya jadi susah.
Kita pilih asik asik aja, ya hidup memang indah.
Sahabatku bilang… rugi sendiri deh kalow elo bikin dunia elo ribet.
Wong yang diribetin gak berasa… apalagi mikirin elo!

Thanks buat sahabat, rekan, keluarga, anak, pasangan… dan those people I ‘met’.
Mreka telah mengajarkan aku cara ‘membaca’, some trained me untuk ‘memahami’

Happy Holiday everyone…
Happy Holiday dear… yang membuat aku 'terbangun dan tersadar'

It’s time to say ‘till we meet again’
It’s season finale.
Time for renewal…

happy landing,
selamat datang 2009.

Monday, January 26, 2009

tak berjudul

apakah ini yg disebut dengan pencerahan?
- pagi ini aku bangun agak siang, namun yang aku rasakan adalah kenikmatan tidur itu sendiri yang dah lama gak aku rasakan. badan segar, hati riang dan ringan, memiliki semangat (yang tidak berlebihan, namun mampu membuat aku tersenyum dan bersyukur karna pagi tlah datang)
- dua hari yang rencananya adalah liburan bersama gyan, sang inner - membangunkan kesadaranku dan pemahamanku atas keberadaan
- ucapan syukur atas pesan dan rangkaian peristiwa dalam hidup (khususnya 2 minggu dan 3 hari terakhir), pengakuan secara jujur atas ketidakberdayaan, ketakutan, kekhawatiran, kejengkelan serta pengalaman batin melalui self-experience dan pesan pesan lain yang disampaikan melalui tulisan, perkataan atawpun bentuk lainnya
- bangkitnya kesadaran untuk merasakan kehadiran emosi & nafsu sebagai bagian dalam hidup. dan menyerahkan keberadaan pada keselarasan
- kesadaraan untuk menikmati saat ini, detik ini, moment ini, proses ini.

aku gak tau jawabnya kalaw kamu bertanya ada apa dan kenapa. kusendiri masih mencari. yang kutau adalah... bahwa aku siap berlayar, bernafas dengan kesadaran, memberi kesempatan mereka untuk lalu lalang dan menerima, mengikuti arah kemana tanda itu diberikan.

sebuah pengharapan baru agar hidupku menjadi bermanfaat bagi orang lain serta menjadi lembaran baru yang siap ditulis menurut adanya.

karna hidup itu adalah kelengkapan bagi mereka yang mengalaminya. bukan cookbook yang berisi panduan bagaimana meracik hidup agar menjadi nikmat dan menarik saat disajikan.

Saturday, January 24, 2009

breath... and let it works

akhir akhir ini banyak hal mengejutkan yang terjadi;
berawal dari pikiran yang dibiarkan liar dan ditanggapi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosi (ternyata adalah hanya untuk memenuhi kepuasan diri), sampai pada tindakan yang semata-mata hanya untuk mencari konfirmasi bahwa segala yang dilakukan adalah benar adanya.

tanpa sadar segala upaya yang dianggap sebagai hasil kerja keras, malah mengarah pada penumpukkan cerita yang belum tentu juga tepat. bahkan menjauh dari keingingan sesungguhnya.

berbagai peristiwa dan hal-hal terjadi membuat sang manusia tidak lagi 'aware' karena mereka berdiri diatas pemikiran sendiri. tanda yang sedianya diberikan untuk manusia berlalu begitu saja. manusia memilih untuk melalui jalannya sendiri, berputar-berliku; padahal jalan setapak itu telah ada dan tersedia. entah kenapa, jalan itu tidak terlihat.

saat manusia sadar bahwa dgn keheningan -manusia akan mampu menikmati perjalanan, membuat mata manusia melihat..., membuat manusia menghargai nafas; dan semua peristiwa menjadi jauh lebih berharga.

bahwa satu peristiwa mengantarkan manusia ke peristiwa lainnya adalah rangkaian kehidupan yang memberikan pelajaran dengan sendirinya. dengan kesadaran (atau tanpa sadar yg berakhir dengan kesadaran), tanda itu ada untuk manusia dapat dengan lebih mudah melaluinya. ada saat dimana manusia mencapai titik nol, dan kemudian menyerahkan diri agar alam dpt berperan kembali... manusia menjadi 'aware'.

sebuah kejadian kecil namun menjadi berarti saat tertulis di note fb - telah mengantarkan manusia pada mediator lain yang memberikan pengertian utk tenang dan tidak memberikan reaksi (ternyata, memang itu yang dibutuhkan), bahwa 'time has its own timing'; akan sulit jadinya jika detachment itu dipaksakan. sebuah peristiwa kecil lainnya yang sempat mendapat makian dan membangkitkan emosi gak penting, ternyata mengingatkan manusia dalam keseharianya bahwa ada sesuatu yang tertinggal dan dapat mengakibatkan kefatalan.

aku teringat pesan seorang teman, dari seorang teman yang tidak sengaja mempertemukan kita saat aku bertanya dalam keheningan: should one is ready, why can't they ask to make it fast? teman itu lalu berkata "watch the emotions, breath, allow it, accept it.... the more we force, the slower it takes to compile the lesson. aware, watching inside, breath is many times faster. time has its own timing."