Wednesday, January 28, 2009

bermula dari 'aku'

waktu itu ceritanya; sahabatku mengalami kekacawan dengan handphonenya yang jadul. sering nge-hang, tiba2 mati, errorlah pokoknya. so, tidak ada pilihan lain selain menggantinya. pada saat yang bersamaan, keinginannya memiliki kamera pro juga pada posisi prioritas karena hobby yang satu ini tidak lagi dapat ditampung dengan kamera pocketnya lagi.

sempat ia bertanya padaku (mungkin sekedar konfirmasi atas pilihannya); pilih mana ya... handphone ataw kamera? dengan santai aku tanya kembali... memang fungsinya sama?. serta merta ia bilang "itu kamu banget ya jawabannya!"-sambil berlalu pergi... well, it's true. buat aku, fungsinya beda so what's the question? kejadian ini hanya mempertegas kembali there's a communication gap between us. aku diam dan terduduk, sewot - atas stereotype yang dicapkan padaku.

pagi ini,
saat aku sedang berada dalam proses 'who you are' -kembali sebuah peristiwa kecil, namun mampu membuat aku tersenyum dalam kesadaran yang tulus.
toilet dirumah memang sudah bermasalah lama, flushnya gak jalan alias nyangkut sehingga penutup atasnya harus dibuka terus -terakhir pecah karna tersenggol. then bocor pula. namun secara fungsi masih berperan. pada saat yang bersamaan pula, kebutuhan untuk membayar sekolah dan keingingan untuk membeli early bird javajazz juga menjadi pembicaraan. karena issue mengenai toilet ini juga muncul, sahabatkupun menanyakan hal yang normal "pilih mana... toilet ataw javajazz?" aku hanya memandangnya sambil tersenyum, sehingga muncul lagi reaksi "kamu banget ya kalaw soal itu"; aku terdiam, lalu berkata... "gak apple to apple sih, tapi maksudku... mari kita bicara soal alokasi waktu dan prioritas".

sepintas nampak sama... judgment atas tingkah laku dan pemikiran yang sangat 'aku banget' masih melekat. namun kali ini, aku menerimanya dengan ringan. hingga aku, dan dia, masih berlanjut dalam tawa dan canda ringan yang lain. ada bahasa yang tak terucap, namun kami mengerti. sambil memelukku, ia pamit dan pergi.

season finale

30/12/2008 - republished, karna ke delete (?)

time has been passing by.
gak kerasa, kita dah berada di penghujung tahun.
suka dan duka, ups and down, has been coloring my story throughout a year.
some said... new year is time for new dreams, new spirit, new story, time for reflection, time for renewal... yap, you're right!

for me,
tahun ini begitu penuh arti - yang berhasil kurangkai sebagai cerita kehidupan yang indah dan penuh makna... life is a misery and penuh surprise dalam kita menghadapinya.
some support you, and you are welcome.
if don't, what the hack... life goes on.

manusia telah diberikan kebebasan untuk berkarya dan mencipta,
untuk memilih dan berefleksi.
Hidup memang adalah pilihan.
Kita pilih ribet, ya jadi susah.
Kita pilih asik asik aja, ya hidup memang indah.
Sahabatku bilang… rugi sendiri deh kalow elo bikin dunia elo ribet.
Wong yang diribetin gak berasa… apalagi mikirin elo!

Thanks buat sahabat, rekan, keluarga, anak, pasangan… dan those people I ‘met’.
Mreka telah mengajarkan aku cara ‘membaca’, some trained me untuk ‘memahami’

Happy Holiday everyone…
Happy Holiday dear… yang membuat aku 'terbangun dan tersadar'

It’s time to say ‘till we meet again’
It’s season finale.
Time for renewal…

happy landing,
selamat datang 2009.

Monday, January 26, 2009

tak berjudul

apakah ini yg disebut dengan pencerahan?
- pagi ini aku bangun agak siang, namun yang aku rasakan adalah kenikmatan tidur itu sendiri yang dah lama gak aku rasakan. badan segar, hati riang dan ringan, memiliki semangat (yang tidak berlebihan, namun mampu membuat aku tersenyum dan bersyukur karna pagi tlah datang)
- dua hari yang rencananya adalah liburan bersama gyan, sang inner - membangunkan kesadaranku dan pemahamanku atas keberadaan
- ucapan syukur atas pesan dan rangkaian peristiwa dalam hidup (khususnya 2 minggu dan 3 hari terakhir), pengakuan secara jujur atas ketidakberdayaan, ketakutan, kekhawatiran, kejengkelan serta pengalaman batin melalui self-experience dan pesan pesan lain yang disampaikan melalui tulisan, perkataan atawpun bentuk lainnya
- bangkitnya kesadaran untuk merasakan kehadiran emosi & nafsu sebagai bagian dalam hidup. dan menyerahkan keberadaan pada keselarasan
- kesadaraan untuk menikmati saat ini, detik ini, moment ini, proses ini.

aku gak tau jawabnya kalaw kamu bertanya ada apa dan kenapa. kusendiri masih mencari. yang kutau adalah... bahwa aku siap berlayar, bernafas dengan kesadaran, memberi kesempatan mereka untuk lalu lalang dan menerima, mengikuti arah kemana tanda itu diberikan.

sebuah pengharapan baru agar hidupku menjadi bermanfaat bagi orang lain serta menjadi lembaran baru yang siap ditulis menurut adanya.

karna hidup itu adalah kelengkapan bagi mereka yang mengalaminya. bukan cookbook yang berisi panduan bagaimana meracik hidup agar menjadi nikmat dan menarik saat disajikan.

Saturday, January 24, 2009

breath... and let it works

akhir akhir ini banyak hal mengejutkan yang terjadi;
berawal dari pikiran yang dibiarkan liar dan ditanggapi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosi (ternyata adalah hanya untuk memenuhi kepuasan diri), sampai pada tindakan yang semata-mata hanya untuk mencari konfirmasi bahwa segala yang dilakukan adalah benar adanya.

tanpa sadar segala upaya yang dianggap sebagai hasil kerja keras, malah mengarah pada penumpukkan cerita yang belum tentu juga tepat. bahkan menjauh dari keingingan sesungguhnya.

berbagai peristiwa dan hal-hal terjadi membuat sang manusia tidak lagi 'aware' karena mereka berdiri diatas pemikiran sendiri. tanda yang sedianya diberikan untuk manusia berlalu begitu saja. manusia memilih untuk melalui jalannya sendiri, berputar-berliku; padahal jalan setapak itu telah ada dan tersedia. entah kenapa, jalan itu tidak terlihat.

saat manusia sadar bahwa dgn keheningan -manusia akan mampu menikmati perjalanan, membuat mata manusia melihat..., membuat manusia menghargai nafas; dan semua peristiwa menjadi jauh lebih berharga.

bahwa satu peristiwa mengantarkan manusia ke peristiwa lainnya adalah rangkaian kehidupan yang memberikan pelajaran dengan sendirinya. dengan kesadaran (atau tanpa sadar yg berakhir dengan kesadaran), tanda itu ada untuk manusia dapat dengan lebih mudah melaluinya. ada saat dimana manusia mencapai titik nol, dan kemudian menyerahkan diri agar alam dpt berperan kembali... manusia menjadi 'aware'.

sebuah kejadian kecil namun menjadi berarti saat tertulis di note fb - telah mengantarkan manusia pada mediator lain yang memberikan pengertian utk tenang dan tidak memberikan reaksi (ternyata, memang itu yang dibutuhkan), bahwa 'time has its own timing'; akan sulit jadinya jika detachment itu dipaksakan. sebuah peristiwa kecil lainnya yang sempat mendapat makian dan membangkitkan emosi gak penting, ternyata mengingatkan manusia dalam keseharianya bahwa ada sesuatu yang tertinggal dan dapat mengakibatkan kefatalan.

aku teringat pesan seorang teman, dari seorang teman yang tidak sengaja mempertemukan kita saat aku bertanya dalam keheningan: should one is ready, why can't they ask to make it fast? teman itu lalu berkata "watch the emotions, breath, allow it, accept it.... the more we force, the slower it takes to compile the lesson. aware, watching inside, breath is many times faster. time has its own timing."