akhir akhir ini banyak hal mengejutkan yang terjadi;
berawal dari pikiran yang dibiarkan liar dan ditanggapi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosi (ternyata adalah hanya untuk memenuhi kepuasan diri), sampai pada tindakan yang semata-mata hanya untuk mencari konfirmasi bahwa segala yang dilakukan adalah benar adanya.
tanpa sadar segala upaya yang dianggap sebagai hasil kerja keras, malah mengarah pada penumpukkan cerita yang belum tentu juga tepat. bahkan menjauh dari keingingan sesungguhnya.
berbagai peristiwa dan hal-hal terjadi membuat sang manusia tidak lagi 'aware' karena mereka berdiri diatas pemikiran sendiri. tanda yang sedianya diberikan untuk manusia berlalu begitu saja. manusia memilih untuk melalui jalannya sendiri, berputar-berliku; padahal jalan setapak itu telah ada dan tersedia. entah kenapa, jalan itu tidak terlihat.
saat manusia sadar bahwa dgn keheningan -manusia akan mampu menikmati perjalanan, membuat mata manusia melihat..., membuat manusia menghargai nafas; dan semua peristiwa menjadi jauh lebih berharga.
bahwa satu peristiwa mengantarkan manusia ke peristiwa lainnya adalah rangkaian kehidupan yang memberikan pelajaran dengan sendirinya. dengan kesadaran (atau tanpa sadar yg berakhir dengan kesadaran), tanda itu ada untuk manusia dapat dengan lebih mudah melaluinya. ada saat dimana manusia mencapai titik nol, dan kemudian menyerahkan diri agar alam dpt berperan kembali... manusia menjadi 'aware'.
sebuah kejadian kecil namun menjadi berarti saat tertulis di note fb - telah mengantarkan manusia pada mediator lain yang memberikan pengertian utk tenang dan tidak memberikan reaksi (ternyata, memang itu yang dibutuhkan), bahwa 'time has its own timing'; akan sulit jadinya jika detachment itu dipaksakan. sebuah peristiwa kecil lainnya yang sempat mendapat makian dan membangkitkan emosi gak penting, ternyata mengingatkan manusia dalam keseharianya bahwa ada sesuatu yang tertinggal dan dapat mengakibatkan kefatalan.
aku teringat pesan seorang teman, dari seorang teman yang tidak sengaja mempertemukan kita saat aku bertanya dalam keheningan: should one is ready, why can't they ask to make it fast? teman itu lalu berkata "watch the emotions, breath, allow it, accept it.... the more we force, the slower it takes to compile the lesson. aware, watching inside, breath is many times faster. time has its own timing."
Saturday, January 24, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment