feb 23, on facebook.
sungguh jarang rasanya manusia mau (secara sadar) mengistirahatkan pikiran dan mood, walaw barang sejenak. kita terbiasa untuk men-supply pikiran dan mood berdasarkan peristiwa masa lalu, peristiwa yang telah berlalu, termasuk gambaran keingingan di masa mendatang sampai ke tingkat khayalan.
begitu melekatnya emosi manusia: gembira, senang, tersanjung, jatuh cinta, tersinggung, sakit hati, sedih & kepedihan, ketakutan, neglected, dll. sehinga membawa pikiran manusia terombang ambing. semua direkam secara detail. Kekinian dan saat ini, we take it for granted...
belakangan ini saya seperti 'diingatkan' kembali akan makna keselarasan, pesan2 yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung - lewat buku & bacaan, film, teman & kawan, peristiwa - seolah memberi jawaban terhadap jiwa yang sedang mencari...
ada tiga peristiwa dalam minggu ini yang membuat saya berkeingingan untuk mengistirahatkan pikiran dan mood - menikmati 'like the the flowing river':
1) sidney portier dalam oprah show ''the measurement of man': saya hanyalah oberserver atas peristiwa dan cerita dalam kehidupan saya. saya melepaskan diri dari emosi yang muncul, karena setiap individu dalam kehidupan saya bukan 'tidak sengaja' berada dalam jalan kehidupan saya tsb. mereka adalah 'messanger' dan cermin untuk saya. saya hanya melakukan yang terbaik yang dapat saya lakukan. result (ataw hasil) adalah beyond my control...
2) saat saya (tidak sengaja?) mampir ke blog tetangga (milik reza gunawan), yang sedang membahas mengenai kejujuran total sebagai salah satu 'hadiah cinta sepenuh hati'. ini adalah potongan dari tulisannya: Jujur memang tidak selalu mudah, karena seringkali ketidakjujuran menjanjikan manfaat jangka pendek yang lebih menarik ketimbang nekat untuk jujur. ternyata, ada “harga” yang harus dibayar atas kejujuran total yang tertunda:
* Semakin lama kejujuran total tertunda, semakin banyak juga tumpukan beban pikiran, rasa bersalah, serta ketakutan yang menghalangi kita untuk hidup selaras.
* Semakin banyak tumpukan beban ini, semakin mungkin pula energi cinta kita yang murni akan tergerogoti, bahkan lama-kelamaan rasa cinta tersebut akan pudar hingga “mati”.
* kejujuran adalah pilar terakhir yang mampu menyelamatkan suatu hubungan, dan kejujuran yang tertunda bisa mengakhiri harapan terakhir untuk kelanggengan yang baik.
3) saat paulo coelho membalas email saya (gak nyangka juga kalaw dibalas secara personal), bahwa baginya... jika para pembaca bukunya mendapat manfaat dan pencerahan jiwa atas cerita hidupnya, maka artinya perjalanannya harus terus dilakukan agar jiwanya makin selaras. nothing is impossible as long as you mean it with true heart. tidak ada yang kebetulan.
saat pikiran berhenti berlalu lalang, saat emosi hadir dan dirasakan keberadaanya, keheningan akan mengantarkan jiwa pada kejujuran... dan melangkah dalam keyakinan pilihan.
Tuesday, March 17, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment